Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

3 Maret 2026

Respon Keluhan Warga, Jelang Idulfitri Muhammad Farhan Batasi Sementara Galian IPT




BANDUNG
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons keluhan warga terkait proyek galian Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) dengan membatasi sementara aktivitas pembangunan hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurut Farhan, pembatasan dilakukan dengan syarat seluruh titik galian yang sudah dikerjakan wajib dirapikan terlebih dahulu. Tidak boleh ada lubang terbuka atau bekas galian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

"Kita batasi sementara sampai 5 Maret. Tapi dengan catatan, semua titik yang sudah digali harus dirapikan. Tidak boleh ada yang dibiarkan terbuka dan membahayakan warga," tegasnya.

Ia menuturkan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kondisi jalan tetap aman di tengah meningkatnya mobilitas warga menjelang Lebaran.

"Kenyamanan dan keamanan warga itu prioritas. Menjelang Idulfitri mobilitas meningkat, jadi jalan harus dalam kondisi baik," ujarnya.

Karena itu, percepatan penyelesaian menjadi fokus utama dalam beberapa hari ke depan. PT Bandung Infra Investastama (BII) juga tengah melakukan percepatan galian di sejumlah ruas jalan agar seluruh pekerjaan segera tuntas dan tidak mengganggu arus kendaraan saat momentum mudik dan silaturahmi Idulfitri.

"Saat ini kita percepat di ruas-ruas jalan yang tengah ada pekerjaan galian. Targetnya sebelum Lebaran sudah rapi, sudah aman dilalui," kata Farhan.

19 Februari 2026

Puskesmas 24 Jam Bandung, Solusi Warga yang Tak Sempat Berobat Pagi Hari




BANDUNG
- Bagi sebagian warga kota Bandung, sakit tak selalu datang di pagi hari. Kehadiran layanan Puskesmas 24 Jam kini menjadi solusi ketika keluhan kesehatan muncul di sore atau malam hari.

Ana, pasien di Puskesmas Garuda, mengaku tak lagi khawatir jika tak sempat berobat pagi. "Kalau kerja atau sekolah, sekarang bisa ke sore," ujarnya. 

Warsini pun merasakan kemudahan serupa karena dapat langsung datang saat membutuhkan penanganan medis.

Di Puskesmas Ibrahim Adjie, Vina menyebut layanan ini sangat membantu pekerja yang baru memiliki waktu luang setelah pulang kerja. Sementara Lusman merasa lebih tenang karena bisa langsung berobat ketika gejala muncul di luar jam kerja biasa.

Selain jam operasional yang lebih panjang, pelayanan dinilai cepat dan ramah. Rara, salah satu pasien, menyebut petugas sigap dan cekatan dalam melayani warga.

Dalam 20 hari pertama pelaksanaan pada Januari 2026, tercatat 1.674 kunjungan. Kehadiran layanan ini menjadi bukti bahwa fleksibilitas waktu berobat adalah kebutuhan nyata masyarakat perkotaan.

Bantuan Pendidikan RMP Kota Bandung Capai Rp38 Miliar, Ribuan Siswa Terbantu




BANDUNG
- Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga rentan. Sepanjang 2025, program ini menjangkau 22.924 siswa jenjang SD dan SMP dengan total anggaran lebih dari Rp38 miliar, memastikan mereka tetap bisa bersekolah tanpa terhambat biaya dasar pendidikan.

Di tingkat SD, sebanyak 8.379 siswa menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp12 miliar. Sementara pada jenjang SMP, 14.545 siswa memperoleh manfaat dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar. Bantuan yang diberikan meliputi biaya personal dan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis.

Bagi para siswa, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan anggaran. Nataly El Marco, siswa kelas 6 SD Kemala Bhayangkara, mengaku bantuan RMP membantunya membeli sepatu dan seragam baru sehingga semakin semangat berangkat ke sekolah. Hal serupa dirasakan Krisna Ananda Putra, yang menggunakan bantuan untuk membeli perlengkapan sekolah dan mendukung aktivitas belajarnya.

Program RMP menjadi jaring pengaman sosial di sektor pendidikan. Di tengah tekanan ekonomi keluarga, bantuan ini kerap menjadi penentu apakah seorang anak dapat melanjutkan sekolah atau harus berhenti di tengah jalan. Kehadiran program ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mencegah angka putus sekolah di Kota Bandung.

Tak hanya fokus pada bantuan biaya pendidikan, Pemkot Bandung juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah sepanjang 2025. Pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta perbaikan toilet dilakukan di sejumlah SD dan SMP negeri untuk meningkatkan kenyamanan dan standar kesehatan lingkungan sekolah.

Langkah terpadu antara bantuan biaya melalui RMP dan perbaikan infrastruktur pendidikan menunjukkan bahwa keberpihakan pada pendidikan tidak setengah hati. Dengan dukungan anggaran dan pembenahan fasilitas, ribuan siswa di Kota Bandung kini memiliki kesempatan lebih besar untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menjaga asa masa depan mereka.

Ragam

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT