Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

14 April 2026

Wajah Baru Bandung, DSDABM Percepat Perbaikan Jalan dan Tata Kota


Uploaded Image

BANDUNG
— Pemerintah Kota melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus mengakselerasi perbaikan infrastruktur jalan guna mewujudkan wajah kota yang lebih nyaman dan estetis di Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati, dalam talkshow di Radio Sonata, Selasa (14/4/2026).

Dini menjelaskan, pengelolaan jalan di Bandung terbagi dalam tiga kewenangan, yakni jalan nasional, provinsi, dan kota. Meski demikian, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat.

“Jika kondisinya berdampak fatal, kami tetap membantu penanganannya. Bagi masyarakat, semua jalan di Bandung adalah satu kesatuan layanan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama, tanpa terhambat batas kewenangan administratif.

Terkait kualitas pengerjaan, DSDABM memastikan seluruh proyek infrastruktur diawasi secara ketat melalui konsultan pengawas yang bekerja sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Proses pengawasan juga melibatkan inspektorat hingga audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Setiap pekerjaan diawasi. Setelah selesai pun tetap diperiksa, sehingga tidak ada yang luput dari evaluasi,” kata Dini.

Ia menegaskan, sanksi akan diberikan kepada pihak pelaksana apabila ditemukan pelanggaran atau hasil pekerjaan yang tidak sesuai standar.

Dini mengungkapkan, usia rata-rata jalan beraspal jenis hotmix di Kota Bandung berkisar lima tahun. Namun, kerusakan jalan sering kali dipengaruhi faktor lain, seperti sistem drainase yang belum optimal serta tingginya curah hujan.

“Kerusakan jalan tidak hanya soal usia, tetapi juga drainase. Genangan air bisa merusak struktur jalan dari bawah,” jelasnya.

Karena itu, penanganan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga pembenahan sistem drainase secara menyeluruh.

Berdasarkan data DSDABM, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Meski demikian, perawatan berkala tetap diperlukan untuk menjaga kualitas jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Dini juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik. Ia menekankan bahwa infrastruktur kota merupakan milik bersama.

“Program beautifikasi ini dari kita untuk kita. Mari dijaga bersama, karena manfaatnya untuk seluruh warga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak merusak atau mengambil fasilitas umum seperti lampu jalan dan ornamen kota yang telah dipasang untuk mempercantik Bandung.

DSDABM menegaskan komitmennya dalam mendukung visi “Bandung Utama”, dengan menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika.

Sebagai bentuk keterbukaan layanan, masyarakat dapat menyampaikan laporan atau aduan melalui kanal resmi DSDABM maupun media sosial.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, wajah baru Kota Bandung yang lebih nyaman, indah, dan “geulis” diharapkan dapat segera terwujud.

Vaksin Rabies Gratis, Warga Apresiasi Gerakan Bangsawan di Kota Bandung


Uploaded Image

BANDUNG
— Pemerintah Kota melalui program Gerakan Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) menggelar pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis bagi warga di wilayah Cikutra, Kota Bandung, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan hewan sekaligus mencegah penyebaran rabies yang berpotensi membahayakan manusia.

Salah satu warga, Elen, mengapresiasi program tersebut dan berharap cakupan vaksinasi dapat terus diperluas.

“Semoga ke depannya lebih banyak vaksin yang diberikan karena bisa membantu hewan peliharaan maupun hewan liar,” ujarnya.

Dokter hewan, Kansa Madya Tresnajaya, menjelaskan bahwa program Bangsawan rutin dilaksanakan setiap pekan di berbagai kelurahan di Kota Bandung.

Menurutnya, selain vaksinasi rabies, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan hewan secara menyeluruh, sehingga pemilik dapat mengetahui kondisi hewan peliharaannya.

“Melalui program ini diharapkan masyarakat atau pet owner bisa lebih sadar terhadap kesehatan hewan kesayangannya,” kata Kansa.

Pemkot Bandung berharap, melalui program ini, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan terus meningkat sekaligus menekan risiko penularan penyakit zoonosis di lingkungan masyarakat.

Disnaker Kota Bandung Gelar Bimtek CBT, Dorong Standarisasi Pelatihan LPK


Uploaded Image

BANDUNG
— Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Competency Based Training (CBT) bagi pengelola dan instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Tebu, Selasa (14/4/2026), dan diikuti oleh 20 LPK selama empat hari.

Sekretaris Disnaker Kota Bandung, Bariati Ratna Aju, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap LPK yang telah mengantongi rekomendasi pendirian.

“Setiap LPK yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Disnaker wajib dievaluasi dan dibina sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2024,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Bariati, Bimtek CBT bertujuan menyamakan standar pelatihan di seluruh LPK di Kota Bandung, khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.

“Tujuan utamanya adalah menyeragamkan standar pelatihan, meningkatkan kualitas instruktur, serta mendukung proses akreditasi LPK. Jika tidak memenuhi standar, LPK bisa dibubarkan,” tegasnya.

Saat ini, jumlah LPK di Kota Bandung mencapai sekitar 240 lembaga, dengan sekitar 60 di antaranya aktif bekerja sama dengan Disnaker. Melalui kegiatan ini, pembinaan baru mencakup 20 LPK dan akan dilakukan secara bertahap.

Bariati menyebutkan, secara umum kualitas LPK di Bandung sudah cukup baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam hal keseragaman standar di berbagai sektor pelatihan.

“LPK di Bandung sangat beragam, mulai dari pengiriman tenaga kerja ke Jepang, manufaktur, hingga hospitality. Standarisasi ini yang masih perlu diperkuat,” katanya.

Adapun sektor pelatihan yang paling diminati saat ini adalah kuliner dan pariwisata, seperti pelatihan barista dan pastry. Selain itu, pelatihan bahasa juga cukup diminati, terutama untuk program pemagangan ke luar negeri.

Ke depan, Disnaker Kota Bandung akan memprioritaskan pelatihan berbasis kompetensi guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.

“Harapannya, SDM Kota Bandung semakin kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Bariati.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM diharapkan dapat menekan angka pengangguran terbuka serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ragam

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT