Headline News

Bandung Raya

Nasional

Hot News

1 Oktober 2026

Cegah HIV, Erwin Buka Ruang Kolaborasi Mahasiswa dengan Pemkot Bandung


BANDUNG, SIBER —
Wakil Wali Kota Bandung Erwin membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk ikut memperluas edukasi mengenai pencegahan HIV dan perilaku pergaulan berisiko di masyarakat.

Erwin mengatakan, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pemerintah kewilayahan hingga fasilitas kesehatan untuk memberikan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan Erwin saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas dan Bahaya HIV di Aula Fakultas Ushuluddin, Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (30/9/2026).

Menurut Erwin, persoalan HIV dan perilaku berisiko tidak cukup dibahas di ruang akademik. Pengetahuan tersebut perlu diterjemahkan menjadi kegiatan edukasi yang dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

"Saya berharap ilmu-ilmu kalian ini dikeluarkan. Kalian turun ke masyarakat, berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan, bagaimana kalian mengedukasi hal ini," ujar Erwin.

Ia menyebut mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada generasi muda.

Bekal pendidikan dan nilai keagamaan yang dimiliki mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kata Erwin, dapat menjadi dasar dalam membangun pendekatan edukasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan edukasi dapat melibatkan mahasiswa, kelurahan, kecamatan, puskesmas, serta tenaga kesehatan.

Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang benar mengenai HIV sekaligus memahami langkah-langkah pencegahannya.

Erwin juga menekankan bahwa edukasi HIV perlu disertai upaya mengurangi stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

"Kita tidak sedang bicara soal angka saja, tapi soal masa depan, generasi muda seperti mahasiswa," katanya.

Ia mengingatkan bahwa kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan informasi yang keliru mengenai HIV berkembang di masyarakat.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan informasi sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Erwin juga mendorong terbentuknya kelompok pendampingan sebaya di lingkungan mahasiswa.

"Jangan biarkan informasi sesat mengenai HIV beredar begitu saja," ujarnya.

Ia berharap kegiatan talk show tersebut menjadi awal dari program yang lebih konkret dan berkelanjutan.

"Alhamdulillah, saya berharap dari sini lahir langkah-langkah konkret buat wadah diskusi dan pendampingan sebaya. Pemerintah Kota Bandung siap mendukung," tutur Erwin.

30 September 2026

Pemkot Bandung Siapkan Penempatan Kerja bagi Eks Karyawan Kebun Binatang


BANDUNG,
 SIBER – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan skema penempatan kerja bagi eks karyawan Kebun Binatang Bandung yang terdampak perubahan pengelolaan. Proses tersebut dilakukan dengan mencocokkan kompetensi pekerja dengan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah perangkat daerah.

Langkah ini dilakukan setelah Faunaland melaksanakan asesmen terhadap eks karyawan Kebun Binatang Bandung. Dari 121 eks karyawan, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak dan telah dipetakan kompetensi serta pengalaman kerjanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan asesmen tersebut memberikan gambaran mengenai latar belakang dan kemampuan para pekerja yang selanjutnya menjadi bahan koordinasi untuk rencana penempatan.

“ Asesmen yang telah dilakukan oleh Faunaland memberikan gambaran mengenai kompetensi dan pengalaman kerja para eks karyawan Bandung Zoo,” kata Yayan.

Para eks karyawan memiliki pengalaman di berbagai bidang, seperti perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket dan administrasi.

Menurut Yayan, penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat daerah. Pola kerja yang disiapkan meliputi tenaga outsourcing maupun kontrak perorangan.

“Kebutuhan tenaga kerja di masing-masing perangkat daerah tentu berbeda, sehingga penempatannya akan disesuaikan dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki para eks karyawan,” ujarnya.

Pemkot Bandung berharap proses koordinasi lintas perangkat daerah tersebut dapat membuka peluang kerja yang sesuai bagi para pekerja terdampak sekaligus memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan kesempatan kerja mereka.

Pemerintah Kota Bandung juga mengapresiasi asesmen yang dilakukan Faunaland sebagai bagian dari upaya mencari solusi bagi eks karyawan Kebun Binatang Bandung.

World Coconut Day III Digelar di Bandung, Erwin Dorong Kreativitas dan Kolaborasi Pelajar


BANDUNG, SIBER —
Sekitar 1.000 pelajar SMP mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) III Tahun 2026 di Gedung RRI Bandung, Rabu (30/9/2026).

Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang membuka kegiatan tersebut mengatakan World Coconut Day dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun semangat kolaborasi.

Erwin mengapresiasi penyelenggara yang menghadirkan kegiatan seni dengan melibatkan pelajar. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang kepada generasi muda agar berani menunjukkan kemampuan.

"Anak-anak ini bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial dan memiliki karakter yang baik. Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan," ujar Erwin.

Ia menilai lomba paduan suara juga mengajarkan pentingnya kebersamaan. Setiap anggota harus mampu menyatukan suara dan mengesampingkan kepentingan pribadi agar menghasilkan penampilan yang harmonis.

"Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Bagaimana kelompok ini bisa menjadi juara, tentu tidak mudah. Harus punya hati dan tujuan yang sama," katanya.

Erwin menyebut filosofi kelapa dalam World Coconut Day juga memiliki pesan mengenai kebermanfaatan lintas generasi.

"Konsepnya adalah kelapa tua dan kelapa muda. Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua," tuturnya.

Menurut Erwin, kegiatan tersebut turut menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi pentahelix yang terlibat dalam penyelenggaraan World Coconut Day, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

"Ini suatu kebanggaan bagi saya. Kolaborasi ini tentunya menumbuhkan pembangunan, bukan hanya kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga semangat kerja sama dan gotong royong di Kota Bandung," ujarnya.

Erwin berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari upaya memperkuat Bandung sebagai kota kreatif dan kolaboratif.

"Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan World Coconut Day ketiga ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat semangat Bandung sebagai kota kreatif, kolaboratif dan penuh harmoni," katanya.

Ia juga menilai kehadiran peserta dari luar Kota Bandung memberikan dampak ekonomi. Peserta dari daerah lain yang menginap dan menggunakan berbagai layanan di Kota Bandung turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

"Pesertanya bukan hanya dari Bandung, ada dari Bekasi dan Depok. Mereka sudah datang dan menginap di hotel. Ini juga memberikan dampak terhadap PAD dan perekonomian Kota Bandung," ungkapnya.

Erwin pun meminta peserta menjadikan perlombaan sebagai pengalaman untuk berkembang.

"Tampilkan kemampuan terbaik, bernyanyi dengan hati, junjung sportivitas dan nikmati setiap prosesnya," pungkasnya.

Ragam

Mancanegara

Top 5

 
Copyright © 2016 www.sisiberita.com | Mengupas Tuntas, Akurat Menyajikan Sisi Berita
Design by FBTemplates | BTT