Sekjen NATO: Langkah Rusia atas Krimea berkategori bahaya

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengecam langkah Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina. (Foto AP)

BRUSSEL (WIN): Sekretaris Jendral Organisasi Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, Anders Fogh Rasmussen mengatakan Rusia mengarah ke “jalur berbahaya” dengan menganeksasi Krimea dari Ukraina.

Laporan Voice Of America yang dikutip pada Rabu (19/3/14) menyebutkan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen pada Selasa (18/7/14) waktu setempat mengatakan, Rusia telah mengabaikan semua seruan untuk mundur sesuai dengan hukum internasional.

Bahkan secara khusus dia mengatakan tidak ada sekutu NATO yang akan mengakui apa yang disebutnya tindakan ilegal dan tidak sah itu.

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden yang berada di Polandia menyebut tindakan itu sebagai “perampasan tanah” dan mengatakan “logika” Rusia merebut Krimea “keliru”.

Lebih jauh Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan sengketa mengenai Krimea merupakan masalah keamanan bagi seluruh kawasan itu. Ketika berada di Eropa Timur, Biden juga bertemu dengan kepala negara Estonia, Lithuania dan Latvia, semuanya bekas republik Soviet yang berbatasan dengan Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memberitahu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry bahwa sanksi-sanksi terhadap Rusia atas aneksasi Krimea tidak bisa diterima dan bukannya tanpa konsekuensi.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat dari Krimea hari Selasa menandatangani perjanjian untuk membuat semenanjung Laut Hitam bagian dari wilayah Rusia hanya dua hari setelah daerah itu memutuskan untuk berpisah dari Ukraina dalam referendum yang disebutAmerika dan Uni Eropa ilegal.

Lebih dalam Putin menandatangani dokumen itu bersama Sergei Askyonov perdana menteri pemerintahan regional Krimea, Vladimir Konstantinov Ketua Parlemen Krimea, dan Aleksei Chalov Walikota Sevastopol. Sevastopol adalah kota pangkalan armada Laut Hitam Rusia.

Beberapa jam kemudian, media pemberitaan Rusia dan Ukraina mengutip seorang jurubicara militer Ukraina yang mengatakan pasukan Rusia telah menyerang tentara Ukraina pada sebuah pangkalan di kota utama Krimea, Simferopol menewaskan seorang tentara.

Bahkan diberitakan bila Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Parlemen Rusia bahwa Krimea sejak dulu adalah bagian dari wilayah Rusia yang “tak terpisahkan”. Ia menambahkan bahwa referendum pada Minggu (16/7) mematuhi norma-norma demokrasi dan internasional. (win7)

Komentar